Pegal Pundak

Posted on Updated on

Dia bercerita padaku..
“Terkadang saya merasa tidak mengenal ayahku. Siapa dan bagaimana beliau sebenarnya. Apa memang beliau bermuka dua. Kadang saya merasa takut, saya melihat ayahku berhati preman. Saya menemukan minuman beralkohol di lemari es. Saya menemukan video porno di flashdisk-nya. Terakhir beliau meminta uang dengan memaksa pada adik saya. Seperti itukah seorang ayah? Seperti itukah seorang kepala keluarga?”

Maka saya pun menjawab,
“Biar bagaimanapun beliau adalah ayahmu. Kewajiban seorang anak adalah berbakti dan mendoakannya.”

Dia berkata,
“Ya, benar. Agama kita memang memerintahkan begitu. Saya juga melihat bahwa untuk mengingatkan beliau pun tidak akan bisa. Nampaknya hatinya sudah benar-benar hitam. Sudah tidak dapat membedakan mana yang haq mana yang batil. Muncul pertanyaan, bagaimana orang tuanya mendidik ayah saya sewaktu kecil? Kenapa beliau tumbuh menjadi pribadi yang menyedihkan seperti itu.”

Saya: “Karnanya, jangan sampai kamu seperti ayahmu. Jadilah ayah yang bijak. Jadilah kepala keluarga yang hebat. Jauhilah dirimu dan keluargamu kelak dari api neraka.”

Dia: “Baiklah.”

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s