Awan di otak, lampu di dada….

Posted on Updated on

Ketika engkau dapati mobilmu dalam keadaan kotor,
tapi kau tetap memakainya.

Lalu, di perjalanan mobilmu terkena cipratan lumpur.
Maka, kau akan berkata dengan tenang: “tidak apa2. Sudah terlanjur kotor.”

Hatimu terkesan permisif: mengijinkan kotoran mengenai mobilmu.

Kau pun tampak tidak berhati-hati dalam memilih jalan.
Mana yang bersih, mana yang kotor. Kau pun berkata: “tidak mengapa. Nanti akan kubersihkan.”

Tapi yang terjadi, engkau tidak membersihkannya.
Dan keesokan harinya engkau pakai lagi mobil itu dalam keadaan kotor.
Begitu seterusnya.

Akan berbeda ceritanya jika engkau menguatkan tekadmu membersihkan mobilmu sebersih mungkin.
Mengkilap, bersih tidak berdebu.
Maka hatimu tidak akan lagi permisif.
Sekalinya mobilmu terkena cipratan, sesegera mungkin kau akan bersihkan.
Seolah-olah tidak rela jika mobil yang bersih itu terkotori walau setitik.
Engkau pun berkata, “tidak semudah itu aku biarkan mobilku kotor.”

Engkaupun tentu akan sangat berhati-hati memilih jalan. Mana yang bersih, mana yang kotor.

Sama halnya dengan hati.
Jika hatimu kotor karena penuh dengan noda akibat dosa2,
maka engkau akan terkesan permisif ketika engkau ingin berbuat dosa.
Engkau akan begitu mudahnya tergoda oleh bujukan-bujukan syaiton…
Engkaupun berkata: “tidak apa2. Nanti aku akan taubat.”

Nyatanya, kaupun tidak bertaubat.
Dan keesokan harinya engkau bawa hatimu yang masih dalam keadaan kotor..

Engkaupun tidak akan berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini.
Mana jalan yang diridhoi, mana yang tidak.

Oleh karena itu,
kuatkan tekadmu untuk membersihkan hatimu.
Bersih sebersih-bersihnya.
Sehingga hatimu tidak lagi permisif ketika nafsumu ingin berbuat dosa.
Seolah-olah tidak rela hatimu yang bersih itu ternodai dengan dosa walaupun setitik.
Sesegera mungkin engkau akan bersihkan kembali.

Engkaupun akan lebih berhati-hati hati dalam menjalani hidup yang penuh dengan fitnah,
hidup di akhir zaman ini.
Mana jalan yang diridhoi, mana yang tidak…

Dan engkau akan dapati hatimu dengan MUDAHnya menolak bujukuan-bujukan syaiton…
Dan hatimu akan tentram,, bahagia,,,

Dan Allah yang maha mengetahui segala sesuatu… Wallahu a’lam…

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s