Lalulintas sakit jiwa

Posted on

Banyak pelajaran yang saya temui di jalanan. Siapapun yang sehari-harinya melakukan perjalanan, entah itu ke kantor, sekolah, atau apapun, pasti sering melihat kejadian-kejadian di perjalanan yang bisa kita ambil pelajaran.

Kali ini saya ingin mengulas salah satu fenomena yang saya tangkap. Betapa kemajuan teknologi, khususnya transportasi roda dua ataupun empat, secara perlahan telah memberikan pengaruh terhadap kesehatan jiwa manusia. Hanya orang-orang yang kuat imannya yang tidak akan terkena pengaruh sehingga jiwanya akan tetap sehat.

Masyarakat kita dikenal dengan sikapnya yang ramah, dulu. Saling toleran, menghormati, memaklumi. Tapi kini sering saya jumpai di perjalanan fenomena-fenomena miris dimana orang-orang menjadi egois, mudah tersinggung, mudah marah, mudah kesal. Pengendara motor membenci pengendara mobil, begitu juga sebaliknya. Ketika dia mengendarai motor, dia sering mengata-ngatai para pengendara mobil ketika dia merasa terganggu. Dan ketika gilirannya dia mengendarai mobil, dia pun mengata-ngatai para pengendara motor karena perjalanannya terganggu, apa dia lupa bahwa dia pun seorang pengendara motor?

Tidak jarang juga saya melihat perkelahian antara sesama pengendara motor, terlebih lagi antara pengendara motor dan pengendara mobil. Hadeuuuh… -_-”

Semuanya meraasa jalan ini miliknya sendiri. Padahal ini jalan umum. Semua memiliki hak yang sama.

Belum lagi ketika jalanan macet. Kesabaran mereka benar-benar diuji. Jika tidak sanggup, maka seperti yang saya katakan sebelumnya, kesehatan jiwa manusia akan sedikit terganggu. Dan jika kita bandingkan kembali antara masyarakat kota dengan masyarakat desa, maka akan terlihat kontras.

Saya tinggal di Bandung. Ketika saya membayangkan kota Jakarta yang terkenal dengan kemacetannya, pertanyaan saya adalah, sejauh mana kesehatan jiwa masyarakat Jakarta sudah terpengaruh dampak negatif kemajuan teknologi transportasi?

Kalau saya sudah ngeri membayangkannya, Saya jadi ingin pergi ke desa. Menjernihkan mata, pikiran… Menghirup udara yang masih bersih dari polusi… bertemu masyarakat yang masih sehat jiwanya…

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s