Saling mengingatkan

Posted on

Jika seseorang mengingatkanmu tentang kekeliruan yang telah kau perbuat, dan kau pun tau bahwa orang yang mengingatkanmu itu pernah melakukan kekeliruan yang sama, pertanyaannya, pantaskah kita “menutup telinga” seraya mengatakan, “Anda pun pernah begitu”. Seolah-olah mengatakan, “Jika Anda pernah melakukannya, mengapa saya tidak boleh?”. Sekali lagi, pantaskah kita seperti itu?

Jawabannya adalah TIDAK.

Jika seseorang mengingatkanmu tentang kekeliruan yang telah kau perbuat, dan kau pun tau bahwa orang yang mengingatkanmu itu pernah melakukan kekeliruan yang sama, maka sikap kita adalah menyadari kekeliruan yang kita perbuat dan juga mengingatkan si pengingat tadi bahwa dia pun pernah melakukannya.

Seseorang bisa saja lupa atau khilaf, tidak menyadari kekeliruannya malah bisanya mengingatkan orang lain. Kalo begitu, kenapa tidak kita saja yang mengingatkannya? Bukan malah mengikuti jejaknya melakukan suatu kekeliruan lalu ketika kita diingatkan olehnya, kita malah melakukan jurus “senjata makan tuan”, memojokkan si pengingat dengan mengatakan seperti tadi, “Anda pun pernah begitu”.

Mari kita sama-sama saling mengingatkan.

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s